Breaking

Saturday, September 7, 2019

Noriyu Kagum Cara Kerja Korea Utara Bangun Rasa Persatuan dan…

loading…

JAKARTA – Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR mengunjungi Pyongyang, Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK) mendapatkan pelajaran penting.Di sana, rombongan yang dipimpim anggot Komisi IX Dr dr Nova Riyanti Yusuf (Noriyu), SpKJ, mendapati bagaimana begitu disiplinnya Korea Utara membangun rasa persatuan dan nasionalisme kepada para generasi mudanya.

Keberangkatan sebenarnya sempat terkendala oleh kondisi hubungan bilateral Indonesia – RDRK pasca pengembalian kapal kargo The Wise Honest milik RDRK yang berlayar di perairan Balikpapan kepada Amerika Serikat baru-baru ini.

Namun jika kepergian GKSB Korea Utara ditunda pada periode DPR 2014-2019 sementara 51 negara lain tetap dapat menjalin hubungan bilateral dengan kunjungan GKSB DPR RI maka hal ini justru menghambat upaya memulihkan hubungan bilateral kedua negara.

Dalam siaran pers yang diterima Minggu (8/9/2019) ini, Nova yang akrab dipanggil Noriyu mengatakan, setelah berkonsultasi dengan pihak KBRI Pyongyang dan Kemlu, pihaknya memutuskan untuk tetap berangkat.

“Ini mengingat kehadiran pejabat tinggi negara lain selalu diketahui oleh Supreme Leader King Jong Un,” kata Nova.

Ia meyakini kehadiran GKSB Indonesia di RDRK akan memberikan nilai positif pada peningkatan pertukaran pejabat tinggi antara RI-RDRK serta memperkuat jaringan kerja KBRI Pyongyang dengan Pusat.

Sebelum melakukan serangkaian tinjauan dan dialog, pada tanggal 3 September mendengarkan paparan dari Dubes RI Berlian Napitupulu tentang perkembangan hubungan bilateral RI-RDRK dan kondisi terkini di Semenanjung Korea pada umumnya dan RDRK pada khususnya.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan diskusi tentang upaya-upaya peningkatan hubungan baik RI-RDRK.

Delegasi GKSB juga menyampaikan kesediaan untuk turut memfasilitasi upaya peningkatan kerjasama dan hubungan baik RI-RDRK dengan mengkomunikasikan rencana program kerja KBRI kepada sejumlah instansi terkait di Indonesia.

“Diantaranya kerjasama yang bersifat people to people (pertukaran atlet, kerjasama seni budaya) dan animal to animal (konservasi orang utan dengan harimau dan punsan),” katanya.

Delegasi GKSB menilai banyak potensi kerjasama yang bisa dikembangkan di RDRK oleh KBRI melalui koordinasi dengan instansi terkait di Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, delegasi menyampaikan komitmen dan antusias untuk membantu program kerja KBRI di masa mendatang utamanya dalam mengkoordinasikan program-program kerja tersebut dengan sejumlah kementerian/instansi terkait di Indonesia.

Acara diskusi dilanjutkan dengan peresmian Galeri Produk Indonesia di yang ditandai pengguntingan pita yang menandakan bahwa Galeri 150 Produk Indonesia di Pyongyang resmi dibuka.

Dubes RI menyampaikan bahwa pembukaan galeri ini merupakan upaya KBRI untuk mempromosikan produk-produk Indonesia di RDRK.

“Delegasi GKSB memberikan apresiasi pada KBRI yang telah mengupayakan pengenalan produk-produk Indonesia di Pyongyang sebagai bentuk kerjasama di bidang ekonomi,” katanya.

Delegasi GKSB kemudian melakukan kunjungan pada Galeri Seni Indonesia yang telah diresmikan Dubes RI pada 19 Agustus 2019.

Galeri seni yang berisi dengan foto keindahan alam dan pameran kesenian Indonesia tersebut dinilai oleh sejumlah anggota delegasi sebagai upaya positif untuk mengenalkan Indonesia bukan hanya dari segi sejarah (persahabatan Indonesia – RDRK ditandai dengan bunga anggrek Kimilsungia yang diberikan Presisen Soekarno kepada Founding Father Pemimpin Korea Utara pertama, Kim Il Sung), namun juga perkembangan pembangunan, keindahan alam, dan kekayaan seni budaya Indonesia.

Sore hari meninjau Pyongyang Metro dengan kedalaman 150 meter. Pyongyang Metro sudah didirikan sejak 1973.

Arsitektur, ornamen mozaik, pilar2 menghiasi suasana stasiun bawah tanah Pyongyang Metro yang terdiri dari 2 jalur. Selain metro, rakyat menggunakan transportasi bis atau tram.

Tidak jarang antrian sangat panjang terlihat mengular untuk naik bis sampai pukul 10 malam ke atas. Dengan segala keterbatasan yang dihadapi, kebersihan adalah salah satu keunggulan RDRK.

Malam harinya Delri ramah tamah dan beraudiensi dengan 23 WNI yang berada di RDRK termasuk 1 orang dokter dari UNICEF yang memuji keberhasilan pencapaian indikator-indikator kesehatan termasuk vaksinasi di RDRK.

Walaupun sistem kesehatan, kondisi demografis jumlah penduduk, dan tantangan geografis, jelas membedakan indonesia dan RDRK tetapi spirit pencapaian indikator tentu bisa ikut menyemangati Indonesia untuk terus mengejar target-target capaian indikator kesehatan.

Pada 4 September 2019, delegasi GKSB mengunjungi International Friendship Exhibition Center yang terletak di Gunung Mohyang-san, 164 km sebelah Utara kota Pyongyang.

Dalam kesempatan itu, delegasi Delri diperkenalkan kepada fakta-fakta kedekatan historis Indonesia – RDRK.

Selama berada di RDRK, NoRiYu tidak hanya terusik rasa nasionalismenya, tetapi juga semakin menyadari pentingnya meneruskan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia kepada generasi penerus bangsa Indonesia.

Apalagi delri kemudian berkesempatan mengunjungi Children Palace. Di situlah Nova merasa “Eureka! Ini model untuk lembaga manajemen talenta di Indonesia yang diagendakan pak Jokowi.”

Sebuah istana after-school activities dipersiapkan untuk anak-anak berbakat mendapatkan penggembelengam secara gratis dengan berlatih musik (drum, gitar, piano, bas, acordion, alat musik tradisional gayageum), tari (balet), kerajinan tangan (kristik, huruf kanji), menyanyi (bahkan sekelas opera), olahraga (voli), sains (fisika, komputer), dan lain-lain.

Delri diajak melihat hasil gembelengan dalam pertunjukkan seni anak-anak TK sampai SMA dalam durasi 1.5 jam.

(vhs)


Artikel yang berjudul “Noriyu Kagum Cara Kerja Korea Utara Bangun Rasa Persatuan dan…” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment

Pages