Breaking

Thursday, August 29, 2019

Jamaah Haji Gelombang II Mulai Dipulangkan Hari Ini

loading…

JEDDAH – Jamaah haji Indonesia gelombang II hari ini mulai dipulangkan ke Tanah Air. Sebanyak 16 kelompok terbang (kloter) bakal diterbangkan melalui Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah pada awal pemulangan gelombang II ini.

Berdasarkan data Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2019, 16 kloter yang dipulangkan hari ini adalah kloter 41, 42, 43 Embarkasi Surabaya (SUB); kloter 25, 26 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG); kloter 41, 42, 43 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS); kloter 42, 43, 44, 45 Embarkasi Solo (SOC); kloter 8 Embarkasi Medan (MES); kloter 16 Embarkasi Batam (BTH); kloter 14 Embarkasi Palembang (PLM); dan kloter 18 Embarkasi Ujung Pandang (UPG).

“Nanti malam jam 02.10 waktu Arab Saudi/WAS (Jumat, 30/8/2019 dini hari) mulai keberangkatan kloter 41 SUB. Pakai pesawat SV 5518,” kata Kepala Seksi (Kasi) Kedatangan dan Keberangkatan Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah, PPIH 2019, Cecep Nursyamsi di Jeddah kemarin.

Pemulangan jamaah haji gelombang II akan berlangsung mulai 30 Agustus hingga 15 September 2019. Total ada 122.022 jamaah haji dari 300 kloter yang akan diterbangkan melalui Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah. Meski jamaah haji gelombang II mulai dipulangkan, bukan berarti pemulangan jamaah gelombang I telah selesai.

Dari total 229 kloter, hingga kemarin masih ada 6 kloter sisa yang diterbangkan melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada Jumat, Sabtu (30–31/8/2019), dan Minggu (1/9/2019). Masing-masing adalah kloter 41 SOC, kloter 17 Embarkasi Banjarmasin (BDJ), kloter 14 BTH, kloter 39, 40 SUB, dan terakhir kloter 15 BTH.

Karena ada dua kepulangan jamaah haji dari tempat berbeda, untuk sementara tim daker bandara dibagi dalam dua tim. Satu sektor melayani jaaamah di Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan satu sektor yang lain digeser ke Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah. “Iya dibagi dua tim, satu sektor hari ini sudah didorong ke Madinah,” kata Cecep.

Seperti pemulangan di Jeddah, koper bagasi jamaah haji akan diangkut lebih dulu ke bandara 48 jam sebelum pesawat lepas landas. Ini dilakukan untuk mempercepat proses pemulangan jamaah haji karena setiap bagasi akan dicek isinya oleh petugas. Adapun jamaah haji yang akan pulang didorong dari hotel 4 jam sebelum pesawat lepas landas.

Cecep mengimbau jamaah haji untuk menaati ketentuan mengenai barang bawaan. Mereka tidak boleh memasukkan benda-benda tajam dan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. “Jamaah haji hanya diperbolehkan membawa koper bagasi maksimal 32 kg dan tas tentengan 7 kg,” ujar Cecep.

Menurutnya, dalam rapat persiapan pemulangan jamaah haji gelombang II, pihak daker bandara telah mengusulkan kepada maskapai penerbangan agar kursi roda tidak harus dibungkus (wrapping). Selain membutuhkan waktu, pembungkusan kursi roda juga memerlukan biaya yang tidak sedikit, yakni 25 riyal. Biaya ini dibebankan kepada jamaah haji. “Pihak penerbangan berjanji akan mengusahakan (agar kursi roda tidak dibungkus),” katanya.

Saudi Janjikan Museum Hidup di Lounge Eyab Madinah

Sementara itu Pemerintah Arab Saudi memastikan program Eyab, inovasi pemulangan jamaah haji yang diterapkan di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah. Saudi mulai kemarin menata ruang tunggu dan jalur khusus bagi jamaah haji Indonesia yang terpilih mendapatkan fasilitas ini.

Kepala Daker Bandara Jeddah-Madinah, PPIH 2019, Arsyad Hidayat dan Kasi Kedatangan dan Keberangkatan Daker Bandara Cecep Nursyamsi mengunjungi Bandara Madinah, Rabu (28/8/2019) malam. Keduanya diterima Ali Abdullah, perwakilan dari Technology Control Company (TCC), perusahaan partner GACA (General Authority of Civil Aviation) Arab Saudi.

“Kita ingin memastikan, ingin tahu, termasuk juga jalur dari mulai awal kedatangan di mana,” kata Arsyad di sela kunjungan. Menurutnya, jamaah haji Indonesia yang mendapatkan fasilitas Eyab akan masuk melalui Paviliun 5. Tempat ini akan didesain seperti lounge Eyab di Bandara King Abdul Aziz Jeddah untuk menunggu jadwal pemberangkatan pesawat.

Nantinya akan dibuat garis penunjuk jalan berwarna biru di sepanjang lantai mulai dari paviliun melalui gate haji hingga ke gate internasional. Di gate internasional akan ada meja Imigrasi khusus Eyab untuk pemeriksaan sidik jari jamaah haji. Setelah itu giliran barang bawaan jamaah yang diperiksa di x-ray Bea Cukai.

Jamaah haji kemudian masuk ke area duty free sambil menunggu panggilan pesawat. “Mereka akan mencoba pesawat yang akan mengangkut jamaah Eyab, posisinya berdekatan dengan tempat di mana jamaah terakhir menunggu, yaitu setelah duty free yang ada di pemberangkatan di area internasional,” kata Arsyad.

Menurutnya, ada yang berbeda dalam pelaksanaan Eyab di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah. Jika di Bandara Jeddah budaya yang ditampilkan tidak bergerak, di Bandara Madinah akan dibuat seperti museum hidup. Di lounge Eyab akan ditampilkan orang yang sedang menenun kain khas Arab Saudi dan sebagainya.

“Jamaah betul-betul dimanjakan dengan melihat segala jenis kebudayaan, segala jenis hal yang terkait dengan Arab Saudi,” katanya. Kenapa hanya Indonesia yang mendapatkan layanan Eyab di Bandara Madinah? Padahal jamaah haji dari dua negara lain, yakni Malaysia dan India, juga menikmati program ini di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Perwakilan dari Technology Control Company (TCC), perusahaan partner GACA (General Authority of Civil Aviation) Arab Saudi, Ali Abdullah menjelaskan alasan Pemerintah Arab Saudi memilih Indonesia karena dinilai berhasil dalam mengelola jamaah haji yang begitu banyak. “Kami memilih Indonesia karena telah berhasil mengelola jamaah haji dengan baik sehingga kami jadikan percontohan tahun ini,” katanya.

Menurutnya, program Eyab merupakan hasil kerja sama GACA dan TCC untuk memberikan pelayanan baru bagi jamaah haji. Ada tiga hal yang ditonjolkan dalam layanan Eyab. Pertama, memperlihatkan kepada jamaah haji keramahan dan budaya asli Arab Saudi. Kedua, percepatan proses Imigrasi dengan aplikasi teknologi.

Ketiga, mengangkut barang bagasi dari hotel ke bandara sehingga jamaah haji tidak lagi membawa koper bagasi saat ke berangkat ke bandara, tapi hanya tas tentengan. “Layanan inilah yang diberikan oleh Eyab. Tahun ini sebagai percontohan, kami berharap inovasi ini sukses dan memperluasnya untuk jamaah haji yang lebih besar,” katanya.

Menurut Ali, persiapan program Eyab sangat singkat. Meski telah berdiskusi sejak 6 bulan lalu, persiapan program ini baru mulai dikebut setelah Syawal. Dia sangat bersyukur, program Eyab sejauh ini berjalan lancar meski persiapannya mendadak. “Ini adalah salah satu bagian dari Visi 2030 Arab Saudi,” katanya. (Abdul Malik Mubarok)

(don)


Artikel yang berjudul “Jamaah Haji Gelombang II Mulai Dipulangkan Hari Ini” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment

Pages