Breaking

Friday, March 15, 2019

Tren Suara Mengambang Meningkat

loading…

JAKARTA – Gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tinggal tersisa sekitar sebulan lagi. Sisa waktu masa kampanye yang kurang dari sebulan harus dimanfaatkan betul oleh kedua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk menggenjot elektabilitas.

Saat ini, berdasarkan hasil survei terbaru Alvara Research Center, masih ada sekitar 11,4% persen ceruk suara yang bisa diperebutkan kedua pasangan calon dari pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters). Pemilih yang belum memutuskan ini ada sedikit kenaikan dibandingkan survei sebelumnya. Pada survei Desember 2018 lalu sebesar 10,6%.

“Ada ceruk pemilih yaitu pemilih muda di mana prosentase yang belum memutuskan pilihan lebih besar dibandingkan generasi lainnya. Selain itu, partipasi mereka dalam menggunakan hak pilih juga lebih rendah. Hal ini berpotensi menjadi golput (tidak memilih),” ujar CEO & Founder Alvara Research Center Hasanuddin Ali saat merilis hasil survei di Jakarta, kemarin.

Survei dilakukan pada 22 Februari–2 Maret 2019 dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan melakukan wawancara terhadap 1.201 responden di seluruh provinsi.

Rentang margin of error sebesar 2,88% dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasan menambahkan, kedua kandidat harus mewaspadai fenomena golput dan kejenuhan psikologis pemilih menjelang tahap-tahap akhir masa kampanye Pemilu 2019.

Dari hasil survei tersebut diketahui pa sangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin masih konsisten unggul di kisaran 53,9 %, sementara elektabilitas paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 34,7%.

“Tidak terjadi lonjakan yang luar biasa untuk kedua pasang kandidat dibanding survei-survei sebelumnya. Jokowi-Kiai Ma’ruf masih stabil di angka 53-55 persen sedangkan Prabowo-Sandi di kisaran 33-35 persen,” papar Hasan. Menurutnya, tren elektabilitas dari waktu ke-waktu kedua paslon cenderung tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Bahkan, dibanding survei sebelumnya, keduanya mengalami penurunan turun tipis sehingga jumlah pemilih yang belum memutuskan sedikit ber tambah. “Posisinya kedua pasang kandidat sama-sama turun 0,4 persen sedangkan yang belum memutuskan naik 0,8 persen,” urainya.

Dari hasil survei juga diketahui bahwa dari 11,4% calon pemilih yang belum menentukan pilihan, mereka yang cenderung memilih Jokowi-Kiai Ma’ruf sebesar 68,1% sedangkan yang condong memilih Prabowo-Sandi sebanyak 31,9%.“Ternyata yang belum memutuskan, condong ke Jokowi-Kiai Ma’ruf. Kayanya kalau melihat angka elektabilitas dan yang belum memutuskan, peluang kenaikan suara Jokowi-Kiai Ma’ruf lebih tinggi dibanding Prabowo-Sandi kalau kita gabungkan dari elektabilitas dan yang belum memutuskan,” tuturnya.


Artikel yang berjudul “Tren Suara Mengambang Meningkat” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment

Pages