Breaking

Monday, February 25, 2019

Bawaslu Diminta Tegas Sikapi Peserta Pemilu Dihalangi Kampanye

loading…

JAKARTA – Warga Kabupaten Tabanan, Bali, yang menolak kedatangan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno, Sabtu 23 Februari 2019, dinilai melanggar pidana Pemilu.

Sebab, Koalisi Indonesia Adil Makmur menganggap seharusnya Sandiaga Uno bebas berkampanye di Desa Pakraman Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Pipin Sopian di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

“Menghalang-halangi peserta Pemilu untuk kampanye adalah pelanggaran Pemilu. Saya ingin Bawaslu, penegak hukum melaksanakan tugasnya untuk memproses,” ujar Pipin Sopian.

(Baca juga: Antisipasi Kecurangan, Formulir C1 dan C7 Diminta Diawasi)

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Sehingga, kata dia, siapapun harus diberikan kesempatan untuk melakukan kampanye.

Dia pun menjelaskan, sejumlah tempat yang dilarang untuk dilakukan kampanye sebagaimana diatur dalam Pasal 280 Undang-Undang (UU) Pemilu adalah tempat ibadah, tempat pendidikan dan tempat pemerintah. Selain sejumlah tempat itu, kata dia, diperbolehkan untuk melakukan kampanye.

“Jadi aneh kalau misalnya ada yang menghadang kemudian aparat penegak hukum, Bawaslu tinggal diam. Jadi kami ingin hukum ditegakkan bagi semua,” paparnya.

(maf)


Artikel yang berjudul “Bawaslu Diminta Tegas Sikapi Peserta Pemilu Dihalangi Kampanye” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment

Pages