Breaking

Tuesday, January 22, 2019

Romi: Sesi Interaksi Paslon di Debat Pilpres Harus Diperbanyak

Mediaspirasi, Jakarta – Dewan Penasehat Tim Kerja Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Romachurmuz menyoroti format debat pertama pilpres yang dinilai tidak menarik. Menurutnya, debat yang digagas KPU tersebut berlangsung garing.

“Bahkan media Australia menyebut debat itu bukan kelas presiden sebuah negara besar seperti Indonesia,” kata Romachurmuzy saat menghadiri peringatan Harla ke-46 PPP di Kabupaten Gorontalo, Selasa 22 Januari 2019.

Menurut Ketua Umum PPP ini, di tiga sesi pertama, ada batasan waktu dan pertanyaan sehingga justru membuat para kandidat tampil kaku dan tidak bisa keluar dari tema tema spesifik tersebut. Kondisi itu membuat orang yang menyaksikan menilai debat tidak menarik.

“nginnya kita, di samping jadi tuntunan, debat ini juga jadi tontonan yang menarik. itulah kenapa disiarkan di televisi,” ujarnya.  

Politikus yang akrab disapa Romi itu juga menilai sesi interaksi antar kandidat seharusnya diperbanyak. Merujuk pada debat pertama yang memiliki lima sesi, hanya sesi keempat dan kelima saja kedua kandidat berinteraksi secara langsung.

Adanya kisi kisi pertanyaan menjelang debat pertama juga tidak banyak membantu. Padahal keberadaan kisi kisi untuk membantu agar suasana debat bisa lebih menarik.

“Sampai Ira Koesno berulang kali mengingatkan paslon bahwa ini debat bukan pidato. Itu artinya debat cenderung berlangsung monolog,” ujarnya.


Artikel yang berjudul “Romi: Sesi Interaksi Paslon di Debat Pilpres Harus Diperbanyak” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment

Pages