Breaking

Wednesday, January 16, 2019

Migrant Care: Prabowo Tidak ada Andil dalam Pembebasan Wilfrida

prabowo-klaim-wilfrida

Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah menanggapi pernyataan capres Prabowo Subianto soal pembebasan TKW Wilfrida Soik dari hukuman mati di Malaysia. Dia bercerita prosesnya dimulai Desember 2010 oleh Migrant Care, saat Wilfrida ditangkap polisi di Kelantan, Malaysia. Alex Wong, aktivis Malaysia yang tinggal di kota itu yang memulai upaya pembelaan terhadap Wilfrida.

“Sementara Prabowo Subianto mulai nimbrung pada bulan September 2013. Jadi bisa dikatakan, keterlibatan Prabowo Subianto di tikungan terakhir saja,” kata Anis kepada Antara, Jakarta, Senin (23/6).

Setelah itu, mulai DPR membuka kesadaran masyarakat luas soal adanya permasalahan TKW asal NTT tersebut. Dan Prabowo Subianto ataupun anggota fraksi partainya, Fraksi Partai Gerindra , pun sama sekali tak terlibat.

Sebab, lanjut dia, konferensi pers di Gedung DPR RI justru difasilitasi oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka dan anggota DPD RI perwakilan NTT, Lerry Mboik.

Dukungan Fraksi PDIP terhadap upaya-upaya Migrant Care berlanjut ketika Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menulis surat kepada Pemerintah Malaysia sebagai tindak lanjut dari mobilisasi petisi masyarakat untuk pembebasan Wilfrida di September 2013.

“Begitu pemberitaan Wilfrida melejit, Prabowo Subianto mulai masuk ke dalam advokasi terutama setelah tim Migrant Care berhasil membuktikan bahwa Wilfrida diberangkatkan saat di bawah umur dan di masa moratorium pengiriman TKI oleh Pemerintah,” jelasnya.

Ia melanjutkan kontribusi Prabowo sejak saat itu adalah menambah satu pengacara dari Rafidzi and Rao ke dalam tim hukum yang sudah disediakan oleh KBRI di Malaysia.

Sebagai catatan, lanjutnya, kasus Wilfrida itu juga menjadi bahan lobi ke Ketua Parlemen Malaysia yang dilakukan oleh delegasi Parlemen RI yang dipimpin oleh Ketua MPR Sidarto Danusubroto pada September 2013. Nama Sidarto masuk ke dalam Tim Pemenangan Jokowi – Jusuf Kalla.

Berdasar hal tersebut, kata Anis, sangat patut disayangkan jika Prabowo Subianto menafikan upaya banyak pihak dalam penanganan kasus Wilfrida.

“Migrant Care memprotes upaya Prabowo Subianto untuk menjadikan Wilfrida sebagai alat kampanye pencapresan. Apalagi dijadikan sebagai kompensasi visi misi Prabowo Subianto yang miskin dari isu perlindungan buruh migran,” jelas Anis.

No comments:

Post a Comment

Pages